Iframe sync

Senin, 09 Februari 2026

Profil Lengkap Desa Wisata Guci, Kabupaten Tegal

 


Profil Lengkap Desa Wisata Guci, Kabupaten Tegal
Desa Guci bukan sekadar desa biasa, melainkan pusat destinasi wisata andalan Jawa Tengah yang terletak di lereng utara Gunung Slamet. Desa ini berada di wilayah administratif Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
1. Sejarah & Legenda (Asal-Usul Nama)
Sejarah Desa Guci kental dengan nuansa religius dan legenda rakyat:
  • Zaman Wali Songo: Dahulu desa ini dikenal sebagai Desa Keputihan. Legenda menyebutkan bahwa pada masa penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati, wilayah ini dilanda wabah penyakit kulit yang parah.
  • Mukjizat Air dalam Guci: Beliau kemudian memberikan sebuah guci berisi air suci (doa) untuk digunakan warga. Mukjizatnya, warga yang mandi dan meminum air tersebut sembuh dari penyakit. Sejak saat itu, penduduk mengubah nama desa menjadi Guci sebagai bentuk penghormatan.
  • Pemanfaatan Air Panas: Sumber air panas yang kini menjadi daya tarik utama dulunya merupakan goa air panas. Pada tahun 1974, area ini mulai ditata oleh pemerintah daerah untuk menjadi objek wisata resmi yang kini dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.
2. Kondisi Geografis & Alam
  • Ketinggian: Terletak pada elevasi 1.050 – 1.250 mdpl, menjadikannya salah satu desa tertinggi di Tegal dengan suhu udara berkisar 17°C hingga 25°C.
  • Sumber Air: Terdapat sekitar 10 mata air panas alami dengan suhu rata-rata 40°C yang mengandung belerang, namun tidak berbau menyengat. Mata air yang paling terkenal adalah Pancuran 13, Pancuran 7, dan Pancuran 5.
  • Potensi Pertanian: Selain wisata, lahan di Guci sangat cocok untuk budidaya sayuran (kubis, wortel) dan menjadi sentra agrowisata stroberi di Kabupaten Tegal.
3. Transformasi Ekonomi & Sosial
Kehadiran objek wisata telah mengubah struktur sosial desa secara signifikan:
  • Sektor Pekerjaan: Dulu mayoritas penduduk adalah petani tradisional. Kini, masyarakat beralih ke sektor jasa seperti pengelola villa, pedagang kuliner, penyewaan kuda, hingga pemandu wisata.
  • Pemberdayaan Wanita: Sektor pariwisata di Guci secara unik meningkatkan peran ekonomi perempuan, di mana banyak ibu rumah tangga yang kini menjadi pelaku usaha (pedagang makanan khas/kerajinan).
  • Infrastruktur: Saat ini terdapat ratusan villa dan penginapan mulai dari kelas melati hingga resort mewah dengan fasilitas kolam renang pribadi.
4. Budaya & Tradisi Lokal
Desa Guci tetap mempertahankan kearifan lokalnya melalui ritual:
  • Ruwat Bumi Guci: Diadakan setiap bulan Suro dalam kalender Jawa. Tradisi ini melibatkan arak-arakan gunungan hasil bumi dan penyembelihan kambing kendit sebagai simbol syukur kepada Tuhan YME dan upaya tolak bala.
  • Mitos Malam Selasa Kliwon: Banyak warga yang masih percaya bahwa mandi di Pancuran 13 pada malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon dapat membawa keberuntungan atau kesembuhan khusus.
5. Daftar Destinasi Populer di Desa Guci
  1. Taman Wisata Air Panas (Pancuran 13): Ikon utama untuk terapi kesehatan.
  2. Guci Forest: Wisata camping mewah (glamping) dengan nuansa hutan pinus yang estetik.
  3. The Baron Hill: Spot foto instagrammable seperti jembatan kaca dan balon udara.
  4. Curug Permadi & Curug Pengantin: Air terjun alami bagi pecinta trekking.
  5. Pemandian Guciku: Kolam renang air panas modern dengan fasilitas waterboom.
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Labels

Berita (14) Berita Tegal (18) Doa-doa (11) Islami (17) Kesehatan (2) Kuliner (2) Pariwisata (17) Peristiwa (3) Politik (1) Sejarah (8) Sosial (4) Speritual (6)